Bapak,
Mengapa ketika aku mulai menapak dewasa aku diberi kebebasan penuh? Melakukan apa yang ku mau, memilih apa yg ku kehendaki. Bebas, bebas. Dulu aku begitu kau kekang, bahkan untuk bermain di tanah lapang bersama kawanku saja aku harus bersembunyi diam-diam darimu dgn rasa takut.
Ibuk,
Tidak tahu apa yg bisa ku bilang tentangmu. Jasamu begitu besar hingga aku bisa bertahan hidup hingga saat ini. Namun, dulu aku tak mendapat pembelaan darimu ketika aku terpojok.
Apa yg bisa ku berikan untuk kalian? Aku gk bs memberi prestasi yg gemilang. Aku hanya punya sebuah cita dan panggilan yg akan kujalani bersamaNya. Hanya doa buat kalian, agar tetap sehat walau uang kita tak ada, agar tetap kuat walau terus dihimpit.
Belajar tk ingat lagi pengalaman yg pahit dulu, aku bljr utk MENGASIHIMU, bapak dan ibuku.
Sebentar lagi aku akan pergi jauh. Tidak di Surabaya, tidak di Jakarta, tidak di Jawa ini. Aku akan k tempat dimana Ia memanggilku. Doakan anakmu ini ya bapak ibuk. Ampuni aku, sayangi aku.
Biar foto masa kecilku dpt menggantikanku ketika kalian merindukanku. I love you.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar