Aku punya lagu buat Tuhan, aku nyanyikan ya Tuhan, gini lagunya:
“S’gala yang ku punya. S’gala yang ku dapat adalah milikMu
Ingin ku berikan, ku kembalikan untuk kemuliaanMu…”
"Oh ya Tuhan, aku punya HP LG (masi baru satu bulan lho Tuhan, ini berkat yang engkau berikan setelah beberapa bulan HP ku rusak), aku juga punya Laptop HP Compaq (baru satu tahun juga Bapa, setelah engkau jawab doaku sejak SMP ingin punya komputer), nih Tuhan, aku kasi buat Engkau, ku kembalikan untuk kemuliaanMu, karena apa yang ku punya adalah milikmu"
Kata Tuhan: “Terimakasih anak Ku, tapi itu gak cukup, kalau hanya barang fana seperti itu aku sudah punya semua’
Kataku lagi: “Terus apalagi Tuhan? Aku Cuma punya itu. Oh iya aku ingat, aku punya banyak piagam Bapa, Lihat, aku punya piagam lomba diskusi panel, piagam lomba dialegtika, sama sedikit rangking di raportku waktu aku SMA tiga tahun lalu”
Kata Tuhan: “Terimakasih anak Ku, tapi Bapa mau yang lebih dari itu darimu”
Kataku: “Apa lagi Bapa? Aku gak punya apa-apa lagi sekarang. Apakah hidupku? Oh iya Bapa, aku lupa kalau laguku tadi belum selesai, masih ada lanjutannya, gini lagunya, aku nyanyikan lagi ya…
“tiada tersisa…seluruh hidupku akan kembali dalam tanganMu
Selama darahku masih trus mengalir, satu satu janjiku untuk Mu: aku adalah milikMu
Selama jantungku tak henti berdetak ku persembahkanhidupku hanya kepadaMu oh Yesusku”
“Hanya hidupku ini Tuhan satu-satunya yang paling berharga bagiku, walau aku tahu, aku ini sudah gak layak lagi sebagai manusia, tapi seburuk apapun, aku mau berikan semuanya, ini hidupku, ku persembahkan Bapa. Perlu dibungkus pakai kertas kado gak Bapa, biar kelihatan bagus?”
Kata Tuhan: “Tidak perlu anak ku, ini cukup, dirimu apa adanya ini yang Ku mau, tak perlu kau perindah dengan apa yang bukan dirimu, aku terima dirimu apa adanya, kau jauh lebih berharga dari sebuah harta dunia, kau lebih berharga dari penilaian ukuran manusia, kau adalah milik-Ku, karya tangan-Ku. Sekarang, maukah engkau Ku murnikan?”
"Iya Bapa, aku mau…"
Dan proses pemurnian itu kini sedang berlangsung
“Bapa, rasanya kok kayak gini, sakiiiit Bapa, sakiit, cukup…cukuppp”
Bapa:” bertahanlah nak, Bapa selalu ada untukmu, Bapa gak akan meninggalkanmu, bertahanlah, tinggal sedikit lagi. Lihatlah dirimu setelah ini, kita nanti akan bersama-sama dalam kemuliaan-Ku.
Iya Bapa, iya….jadilah kehendakMu, bukan kehendakku. Lanjutkan!!!!!
Smangatlah dalam tiap proses yang Tuhan ijinkan!
Makasih buat Lagu SELAMANYA MILIK-MU, oleh Sari Simorangkir dan Bobby One Way, memberi penguatan dan memberi inspirasi untuk menulis catatan sederhana ini, ku tulis pkl 04.00 pagi tadi, sembari bersaat teduh, AnugerahNya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar